5 Tahap Dasar Membangun Strategi Branding

Pada dunia bisnis start-up (pemula) baik itu UKM, pemilik toko online, jualan online, dropshipper atau bisnis lainnya, hal yang harus disiapkan pertama kali sebelum menjalankan bisnisnya adalah Minimum Viable Brand (MVB), terdiri dari elemen penting dari sebuah brand untuk menjaga fokus dan tujuan dan sebagai pembeda dengan produk lain.

Berikut ini persiapan dalam melakukan strategi branding sebelum kamu bertindak lebih jauh dalam membangun brand-mu

  1. Apa yang kamu perjuangkan?

kamu harus dapat menjelaskan esensi dari brand kamu; apa pokok pikiran yang diperjuangkan pada saat membangun brand tersebut.
Contoh: toko online Maskoolin.com punya tagline “Apa Yang Menjadikan Seorang Pria?” visinya untuk menjadi sumber inspirasi dan destinasi utama bagi pria dalam belanja kebutuhan fashion, grooming, dan gaya hidup.

  1. Apa yang kamu yakini?

Kamu harus dapat mendefinisikan hal apa yang kamu yakini ketika membangun brand kamu.
Contoh: localbrand.co.id adalah toko online yang hanya menjual produk fashion brand lokal Indonesia. Mereka meyakini bahwa saat ini adalah saat yang tepat bagi pemuda Indonesia untuk membuka mata terhadap keindahan kekayaan lokal, mereka berkomitmen menciptakan pasar merek lokal untuk mendukung dominasi pasar produk lokal di industri fashion Indonesia, mendukung merek fashion lokal untuk tumbuh dan dikenal luas di seantero negeri karena kualitas dan keunikannya,  memberdayakan merek lokal agar bisa go international dan menunjukkan kepada dunia betapa berkualitasnya produk lokal Indonesia

  1. Orang apa yang ingin kamu libatkan?

Kamu harus dapat menjelaskan apa saja tipe orang yang akan menjadi target market dari brand kamu secara tidak langsung.

Contoh: Mercedes Benz membangun brandnya dengan target market yang jelas; yakni orang-orang yang peduli dan memperhatikan masa depan lingkungan. Mobil buatan mereka bukan diproduksi secara ‘wah‘ semata-mata hanya untuk menunjukan kelasnya, tetapi juga menunjukan kecanggihan mesinnya yang ramah lingkungan.

  1. Apa yang membedakan kita?

Brand kamu harus dapat menjelaskan hal apa saja yang membedakan brand kamu dengan kompetitor kamu.

Contoh: Apple vs Samsung, sama-sama menjual smartphone, Apple selalu menampilkan keterbatasan (eksklusivisme) dalam kesan elegan dan kemewahan di setiap seri ponsel yang mereka buat, tanpa memandang target mereka dari kalangan apa, sedangkan Samsung berupaya membawa pesan menempatkan ‘orang lain’ sebagai prioritas, dengan adanya pemikiran tersebut, mereka membuat banyak varian seri ponsel, menyesuaikan karakter penggunanya.

  1. Apa yang kamu tawarkan?

Brand kamu harus dapat menjelaskan hal apa saja yang kamu tawarkan, terutama unique selling point (USP) kamu. Usahakan brand kamu bisa menjelaskan USP dengan kalimat sederhana sehingga orang bisa mengerti dan melihat kesesuaian antara brand dan produk/ jasa yang ditawarkan.

Contoh: Head and Shoulders sebagai produk perawatan rambut hanya menawarkan produk shampoo khusus untuk mengatasi masalah ketombe.

  1. Apa yang kamu katakan dan tampilkan?

Kamu harus dapat menjelaskan bagaimana mengucapkan dan bagaimana wujud dari brand kamu. kamu akan membutuhkan nama untuk brand kamu, tagline untuk brand kamu serta sebuah logo untuk brand kamu. Dengan ketiga elemen tersebut, brand kamu akan semakin nyata di mata masyarakat.

Baca juga Bagaimana Strategi Branding Yang Efektif

Bagi kamu yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang membangun brand, selalu update blog winmarket.id ini

Yuk tinggalkan komentar Anda.. 🙂

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked*