Memaksimalkan Teknik Covert Selling dalam Penjualan Online

Tema penjualan memang tidak ada habisnya, selalu ada metode untuk meningkatkan konversi, adalah dengan covert selling. Winners, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah covert selling ini kan? Tujuan utama menggunakan metode ini adalah membangun interaksi dengan target pasar. Karena urusan konversi memang urusan Yang Maha Kuasa. Tugas kita hanya memperbesar peluang terjadinya konversi, itu saja.

Terkait artikel sebelumnya tentang teknik covert selling, teknik ini menekankan pada proses menembus critical area target pasar. Karena critical area ini galak dan terlalu banyak proses penyaringan, banyak bahasa – bahasa ajakan untuk membeli (penawaran) yang tidak lulus sensor. Dan kabar baiknya, critical area kadang gak bisa mendeteksi iklan covert, ia menganggap bahwa iklan dengan metode covert selling bukan termasuk iklan.

EFEKTIFKAH COVERT SELLING?

Pertanyaan yang umumnya muncul saat ada sebuah metode baru. Efektifkah?

Efektif atau tidak memang itu tergantung garis tangan masing – masing, hahaha . Tetapi memang harus dicoba, kalau saya melihat ini semua tergantung target pasar kita sendiri. Setiap orang yang datang ke bisnis kita itu, setidaknya terbagi menjadi 3 golongan besar.

Golongan pertama, disebut sebagai cold market, atau pasar yang dingin, masih belum tahu apa – apa tentang bisnis kita. Mereka cenderung pasif dengan penawaran – penawaran. Bagi mereka penawaran adalah sesuatu yang mengganggu. Saat ini, critical area di kepalanya bekerja sangat agresif. Semua info yang berbau penawaran langsung ditendang.

Ingat, tugas pertama kita di sini bukan mencapai konversi.

Tugas kita hanya membuat mereka sadar bahwa kita ada (eksis). Untuk itu, kalimat – kalimat iklan yang kita buat sebisa mungkin sangat ringan dan hanya memberi kesan bahwa kita ada. itu saja.

Contohnya dalam salah satu status FB ini:

“Dulu pernah order madu hitam pahit sampe berjerigen. Memang madu hitam pahitnya didapat dari madu murni ditambahkan herbal pahit seperti brotowali dan sambiloto. Kemarin secara tidak sengaja, ada yang tawarkan madu hutan pahit. Memang sih harganya hampir 2 kali lipat madu hutan biasa, hitung2 coba coba…eh ada yang order. Coba ngobrol ke suplier biasa, dapat kabar menggembirakan lagi. Madu Hutan pahit ada, tapi masih di lokasi, jadwal panen terdekat 10 hari lagi…
Alhamdulillah, kayaknya bisa kita jual lagi madu pahitnya nih…bukan campuran tapi MURNI”

Itu salah satu contoh, membangun kesadaran bahwa ternyata saya menjual madu hutan, tidak hanya yang manis tapi juga yang pahit. Ini status iklan tingkatan pertama, tidak ada ajakan membeli.

Golongan kedua, adalah mereka yang sudah sedikit tahu dengan apa yang kita jual. Mereka sudah sadar bahwa kita menjual barang x misalnya. Dan enaknya lagi sebagian dari mereka ternyata sudah mengenal dan suka dengan produknya. Untuk golongan ini pendekatan yang digunakan juga sudah berbeda, kalimat iklan yang kita gunakan lebih banyak berisi soal “manfaat/ benefit” yang akan mereka dapatkan ketika mengonsumsi produk yang kita jual.

Contoh dalam status FB kurang lebih seperti ini :

“Say, kamu dah konsumsikan minyak zaitunnya? Rutin tiap hari? Gimana BAB-nya, lancar? Aq mau konsumsi zaitun biar bisa bab tiap hari…Wah diberondong pertanyaan kawan lama, dan kawan kawan saya yakin pasti dah tau jawabannya. Seperti pernah saya ceritakan, bahwa minum zaitun dalam rangka program bersihin usus besar. Karena, kesehatan kita itu tergantung pencernaan kita. Apakah minum zaitun jadi lancar BAB? Kalo pengalaman saya sih, saya biasa bab 2 kali sehari. Apakah itu tergolong lancar? Belum tanya ke dokter, tapi kayaknya lancar tuh. Ya, zaitun mirip madu. Dia bekerja mendetox tubuh, membuang racun baik via keringat, feses atau kencing.Cuma ya, JANGAN MUDAH PERCAYA sebelum kamu coba sendiri. DULU saya juga gak begitu percaya, tapi SETELAH memcoba sendiri, SEKARANG saya percaya bahwa madu dan zaitu benar benar membuat tubuh lebih fit dari biasanya.”

Sudah mulai menjurus, tapi tetap tidak ada ajakan membeli. Tujuan dari status/ iklan pada golongan kedua ini adalah mengubah target pasar yang masih hangat – hangat menjadi hot. Karena yang kita butuhkan adalah target pasar yang hot, di kasih penawaran atau tidak mereka akan dengan sukarela membeli produk kita. Lalu Setelah kita keluarkan jurus kedua, kita akan melihat seberapa panas target pasar melihat iklan – iklan kita sebelumnya. Untuk mengujinya, coba saja masukkan iklan berikutnya yang lebih hot. seperti yang berikut ini.

“Semua bermula dari ‘perut’ “

“Kunci sehat itu di pencernaan, jika pencernaan baik, maka tubuh akan lebih sehat dibanding mereka dengan pencernaan tidak sehat. Untuk mendapatkan pecernaan yang lebih sehat, ada hal yang harus kita lakukan bersama, yaitu program pembersihan usus besar atau kerennya colon cleanser program. Program ini dapat dilakukan dengan menggunakan 2 katalis, pertama minyak zaitun dan kedua madu. Caranya bagaimana?

 

“Untuk penggunaan minyak zaitun, pilih minyak zaitun extra virgin. Minum di pagi hari sebelum makan dan gosok gigi. Ambil 2 sendok minya zaitun, minum lalu dorong dengan air hangat. Kalau mau sarapan beri jarak 1 – 2 jam”

 

Menggunakan MADU. Kita perlu mempersiapkan pisang terlebih dahulu. Potong potong pisang, siram dengan madu lalu diamkan satu malam, lalu esok paginya dimakan. Pisang ternyata probiotik alami ditambah madu juga sebagai probiotik.

 

Kedua metode ini sudah saya pakai, dan alhmdulillah buang air besar jadi lancar. Di awal awal memang agak aneh rasa perut, terus konsumsi agar kotoran di dinding usus larut dan keluar.

 

Kedua produk ini, minyak zaitun dan madu, ada di domainanda.com
Tapi, menjelang lebaran ini, ada DISKON 30% untuk pembelian 1 paket program pembersihan usus besar (1 botol minyak zaitun dan 1 botol madu pure natural honey, total berat 1 kg)”

Jadi, ketika ada pertanyaan efektifkah covert selling? Maka, jawabannya sederhana, seberapa kreatif kamu dalam mengolah emosi target pasar kita. Seberapa jeli kamu menggali kebutuhan dan masalah dari target pasar, sehingga kalimat iklan yang kita buat membuat mereka berkata dalam hati “gue banget nih… gue bener – bener butuh produk ini…”

Ketika itu sudah terjadi, maka Allah tinggal menggiring mereka menuju penjual yang paling siap menerima rezekiNya.

Baca juga : Menaikkan Konversi Penjualan

LALU, APA SAJA YANG PERLU DIPERHATIKAN KETIKA MENULIS IKLAN BERALIRAN COVERT SELLING?

PertamaKenali dulu siapa target pasar kita yang terbesar. Lalu menulislah dengan bahasa mereka. Keseringan kita memang suka “asyik sendiri” keenakan menulis tanpa memperhatikan siapa audience kita. Konten yang kamu hasilkan harusnya benar benar memperhatikan siapa audience kamu sehingga mereka “nyaman” dengan apa yang kamu sampaikan, lalu mereka nyaman berinteraksi, selanjutnya jika memang ada penawaran, saya yakin merekapun tidak akan keberatan. Kalaupun saat itu mereka tidak butuh, penawaran yang kita buat tidak serta merta “mengganggu” mereka.

KeduaHindari kalimat – kalimat mengajak/ menawarkan atau dalam bahasa kerennya hindari penggunaan call to action (CTA) dalam setiap kalimat iklan yang kita buat. Kita tidak perlu “memaksa” calon pembeli untuk membeli. biarkan mereka memutuskan sendiri, kepada siapa ia akan membeli. Tugas kita hanya menyampaikan lalu melupakan – set and forget. Biarkan Tuhan yang menggiringnya ke kita.

Ketiga, Hadirkan kalimat kalimat yang membangkitkan rasa penasaran. Penasaran = pemasaran. Buat setiap kalimatmu mengandung umpan – umpan yang secara tidak sadar memaksa target pasar untuk berusaha mencari tahu, bertanya, komen dan sebagainya. Salah satu prinsip dalam covert selling adalah curiosity is King.

Keempat, Memanusiakan manusia. Kita harus ingat bahwa, kita berhubungan dengan manusia, kita menjual kepada manusia, bukan robot. Untuk itu, kita perlu memperhatikan strategi yang kita buat. Strategi kita akan efektif jika kita berhasil menyentuh pe-RASA-an mereka. Mesti bisa dirasa oleh hati mereka.

Kelima, Banyak berlatih aja, bagaimanapun juga, punya ilmu kalo gak dilatih juga gak akan memberi efek apa apa. punya golok kalo tidak diasah lama – lama juga tumpul. Beli bukunya juga kalo tidak dipraktekkan tidak ada hasilnya sama sekali.

Akhir kata, semoga tulisan singkat ini dapat menginspirasi dan membawa kebaikan bagi kita semua.

Yuk tinggalkan komentar Anda.. 🙂

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked*