MNENTUKAN SEGMENT PASAR

Menentukan Segment Pasar

Sebagai pebisnis, tentu anda harus mengetahui dimana dan bagaimana serta untuk siapa anda harus menjual produk anda. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menentukan segmentasi pasar.

Segmentasi pasar adalah pembagian atau pengelompokan pasar sesuai dengan kesamaan, kemiripan, serta kekerabatan dalam satu segmen. Tujuan adanya segmentasi pasar adalah untuk memusatkan tenaga serta energi marketing ke segmentasi pasar tertentu sehingga dapat menumbuhkan keuntungan yang kompetitif terhadap segmen tersebut.

Bila pemasaran hanya difokuskan sekedar mendapatkan banyak konsumen tanpa memperhatikan segmen pasar, kadang pemasaran tidak akan berjalan dengan lancar bahkan hanya beberapa saat saja produk laku dipasaran namun setelah itu akan berhenti sesaat bahkan selamanya. Penetapan segmentasi pasar akan efektif jika pebisnis bisa menempatkan pada segmen terbaik dan tepat guna mencapai target yang diinginkan.

Tipe segmentasi pasar

Sebelum mengetahui bagaimana cara menentukan segmentasi pasar, ada baiknya Anda memahami tipe-tipe segmentasi pasar sehingga Anda memiliki dasar pembagian segmentasi pasar yang tepat. Berikut ini adalah tipe-tipe segmentasi pasar yang perlu Anda pahami.

Segmentasi geografis: Tipe segmentasi yang satu ini mungkin menjadi yang paling sering diaplikasikan, dimana pebisnis menarget pasar berdasarkan letak geografis mereka. Misalnya, Anda ingin memasarkan produk Anda untuk pasar Indonesia. Tentu tidak perlu rasanya Anda menarget negara-negara lain. Namun, tak terbatas pada letak saja, Anda juga dapat membaginya dari kondiri geografis. Misalnya, wilayah perkotaan dengan pedesaan atau kawasan pegunungan dengan kawasan pantai.

Segmentasi harga: Kekuatan ekonomi seseorang pasti berbeda-beda satu sama lain. Ada yang mampu membeli produk dengan harga mahal, ada juga yang hanya mampu membeli produk dengan harga murah. Bila memang segmentasi pasar memiliki range yang luas, pebisnis perlu mengatur produk dengan harga yang mudah, sedang, hingga mahal. Contoh mudahnya, Pertamina, dimana mereka membagi segmentasi harga bensin dari yang murah, Premium, hingga yang paling mahal, Pertamax Plus. Dengan demikian, mereka dapat menjangkau semua range pengguna mulai dari yang ekonomi lemah hingga yang lebih kuat.

Segmentasi demografis: Jenis kelamin, usia, tipe rumah, dan tingkat pendidikan merupakan variabel yang paling umum untuk model segmentasi ini. Beberapa produk kadang ditujukan untuk lelaki, sedangkan yang lain untuk perempuan. Pembagian-pembagian seperti ini yang mungkin akan terjadi di segmentasi demografis.

Segmentasi waktu: Model segmentasi ini mungkin jarang diperhatikan, namun tetap efektif. Ada produk-produk yang hanya terjual di waktu-waktu tertentu sepanjang tahun. Misalnya, jasa paket traveling yang ramai di masa liburan atau jasa catering di hari kerja. Event-event olahraga juga dapat menjadi segmentasi sendiri. Misalnya, event Piala Dunia yang dapat dimanfaatkan pengusaha produk yang berkaitan dengan sepak bola.

Segmentasi psikografis gaya hidup: Seperti namanya, segmentasi ini dianalisa dari banyak variasi analisis, mulai dari kebiasaan, perilaku, emosi, persepsi, kepercayaan, hingga ketertarikan target market Anda. Segmentasi ini merupakan segmentasi yang paling sering digunakan oleh banyak pengusaha karena data yang diambil dapat langsung menjurus ke target market tertentu sehingga mampu terkonversi dengan baik.

Cara menentukan segmentasi pasar

Setelah paham apa itu segmentasi pasar serta apa saja tipe segmentasi pasar, penting bagi Anda untuk mengetahui bagaimana cara menentukan segmentasi pasar. Berikut ini adalah langkah-langkah efektif dalam menentukan segmentasi pasar yang cocok untuk usaha Anda.

  1. Tentukan target market Anda – Anda harus memiliki daftar siapa-siapa saja yang harus masuk ke segmen yang sama. Pastikan semua orang dalam segmen tersebut memiliki hal yang serupa. Laki-laki dan perempuan tidak bisa digabung jadi satu karena kebutuhan serta ekspektasi keduanya berbeda satu sama lain.
  2. Ukur besaran target market Anda – Sangat penting untuk mengetahui besar target market Anda. Kumpulkan juga data-data yang penting seperti kebiasaan dan ketertarikan target market Anda. Data-data ini akan berguna untuk perencanaan dan prakiraan penjualan di masa depan.
  3. Baca ekspektasi dari target segmentasi pasar – Bila telah ditentukan target marketnya, yang Anda harus lakukan selanjutnya adalah mencari tahu kebutuhan target market Anda, lalu cocokkan dengan keunggulan produk Anda. misal segmentasi anak muda usia kuliah, mereka akan membutuhkan jenis fashion yang casual, bisa sepatu sneakers, selop, dll. Sementara untuk yang bekerja, akan membutuhkan jenis fashion yang formal.
  4. Rancang strategi pemasaran – Setiap segmen pasti punya strategi pemasaran yang berbeda-beda. Anda tidak bisa menggunakan strategi yang sama terhadap segmen pasar yang berbeda. Pastikan ada hubungan antara produk Anda dengan target pasar. Misalkan untuk siswi pengguna instagram, bahasa promosi yang digunakan biasanya akan sangat santai dan dengan slogan-slogan yang sesuai dengan umurnya. Pastikan pula produk yang anda jual adalah produk yang dibutuhkan anak perempuan usia sekolah.
  5. Review respon target pasar – Secara berkala, review ulang kebiasaan dan respon pasar terhadap strategi pemasaran Anda. Pelajari kembali apa yang salah serta ikuti alurnya. Jangan hanya berdiam dengan satu strategi pemasaran saja.

Manfaat penerapan segmentasi pasar untuk bisnis Anda

Segmentasi pasar tentunya memiliki manfaat-manfaat tertentu untuk bisnis Anda. Berikut ini adalah beberapa manfaat penerapan segmentasi pasar untuk bisnis Anda.

Informasi yang lebih jelas: Anda tidak perlu menebak-nebak, tidak perlu lagi membuat planning berdasarkan opini dari banyak orang, juga tidak perlu lagi meramalkan kemungkinan motivasi berdasarkan demografi. Pasalnya, semua informasi yang dibutuhkan sudah ada di depan Anda karena segmentasi pasar Anda telah teratur dengan baik.

Proses yang lebih efektif: Anda akan memiliki peta motivasi sendiri yang dibuat berdasarkan ketertarikan target Anda, motivasi mereka, kondisi demografis, hingga kebiasaan belanja mereka. Dengan demikian, Anda mampu menghemat waktu dan uang untuk merencanakan strategi pemasaran Anda.

Kerja lebih mudah: Sudah tidak zamannya lagi melakukan email blasting untuk mencari market Anda. Marketing yang tertarget merupakan marketing yang terbaik. Bila ditambah dengan segmentasi pasar, Anda akan semakin percaya diri untuk menawarkan produk yang pasti akan dilihat oleh target market Anda.

Hasil yang lebih baik: Bersenjatakan pengetahuan yang lebih baik tentang motivasi target market Anda, tentunya Anda akan mendapatkan hasil yang lebih baik tanpa menyia-nyiakan tenaga untuk melakukan strategi yang kurang cocok untuk target market Anda.

Itulah tadi beberapa penjelasan mengenai pengertian, manfaat, tipe, serta bagaimana menentukan segmentasi pasar yang cocok dan benar. Intinya adalah bagaimana Anda mampu mengubah semua data yang Anda peroleh untuk memaksimalkan kinerja marketing Anda tanpa melakukan kesalahan atau strategi yang sia-sia. Tidak mudah memang, namun bukan berarti rumit. Masih ada cara yang tepat untuk mencapai tujuan Anda.

 

Yuk tinggalkan komentar Anda.. 🙂
Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked*