Strategi Covert Selling Untuk Menaikkan Konversi Penjualan

Winners, tahu gak? Kebanyakan orang itu tidak suka dijualin, tapi orang suka beli. Inilah yang melandasi kenapa teknik Covert Selling ini muncul. Lalu apa buktinya orang gak suka dijualin? Jelas, kalau ada orang nyampah (spamming) di grup, kamu pasti risih ngelihatnya. Iya, kan? Atau ketika ada yang komen jualan di status kamu, tentu kamu malah ingin unfriend mereka, kan? Itulah salah satu bukti bahwa manusia normal gak suka dijualin.

Atau hal lain, saat kamu nonton video youtube, pasti akan ada iklan, sebagian besar orang biasanya langsung akan skip. Walaupun gak semuanya lho ya. Ingat, ini “kebanyakan”, berarti gak berlaku ke semua orang. Ada juga kok orang yang memang suka banget dijualin. Kenapa? Ya emang dia lagi nyari barang yang selama ini dibutuhkan.

Pertanyaannya. “Lalu apakah COVERT SELLING INI EFEKTIF? Tergantung. Ya, tergantung bagaimana kamu menggunakannya, dan di media apa saja kamu menggunakannya. Jadi, Covert Selling hanya sebuah teknik sekaligus seni. Bukanlah yang terbaik, tapi bisa jadi alternatif. Dinamakan seni karena tidak ada pakem atau rumus pastinya, namun bisa ditiru polanya untuk dikembangkan

Salah satu dasar penting yang mesti dipahami dalam Covert Selling adalah: ketiadaan penawaran. Artinya, tidak ada Call to Action-nya. Nah, lho? Makanya, kalau kamu jualan di website, landing page, email, dan media-media online lainnya, selain media sosial tentunya, pasti jor-joran aja jualan, gak usah covert-covertan. Karena sudah pasti ada penawaran dan Call to Action-nya. Kuncinya ada pada FLEKSIBILITAS. Jangan terlalu kaku dengan teknik atau metode yang digunakan saat jualan. Yang terpenting, hasilnya tercapai. Apa hasilnya dari penjualan? Ya jelas CLOSING alias laku.

Closing sama Konversi itu sama aja ya? “Marketing itu menciptakan DEMAND (permintaan). Branding itu membuat pelanggan LOYAL. Selling itu membuat orang lain CLOSING

Sebenarnya, APA ITU COVERT SELLING? Intinya, jualan secara terselubung. Menjual, tapi gak kelihatan menjual. Karena cara jualannya terselubung, maka teknik ini akan cocok banget pas kamu gunakan di sosial media seperti Facebook, atau saat percakapan di Telegram/ WhatsApp/ BBM. Karena terselubung, maka biasanya kehadiran “jualan”-nya tidak akan disadari oleh pikiran sadar, tapi walaupun begitu, akan tetap disadari oleh pikiran bawah sadar.

Baca juga : Teknik Marketing : Covert Selling

Ibaratnya, seperti saat kita melihat Stand Up Comedy di TV, si komika gak harus bilang, “Woy penonton, gue mau ngelucu nih!”, tapi selama prosesnya, tiba-tiba penonton ketawa. Kebayang? “Gak harus bilang lucu, saat mau melucu. Asalkan emang lucu, orang pasti ketawa”

Ibaratnya, kalau orang sedang jatuh cinta, si doi gak harus ngegombal bilang, “Sayang, aku cinta banget lho sama kamu…”. Jawab : PREeeeeettT!. Cukup buktikan saja dengan perhatian dan kasih sayang, maka dia akan merasakan bahwa si doi benar-benar jatuh cinta kok.

Ibaratnya, kalau ada orang kentut, si tukang kentut gak harus bilang kentut pun, tapi kalau tiba2 ada aroma tidak sedap, maka teman-temennya pasti ngerasain bahwa ada yang kentut. Kebayang?

Sekarang, kamu mulai paham apa itu Covert Selling dan kenapa teknik itu penting untuk kamu pelajari. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara melakukannya? Untuk lebih kebayang perbedaannya, yuk perhatikan 2 contoh berikut

Ceritanya, saya berjualan salah satu produk, shooting gel yang sedang booming lalu buat status begini :
Status Pertama,

“Gaeees, ada produk terbaru nih dari Korea, namanya Nature Republic. Bahannya alami dari sari lidah buaya, lembut banget dipake di kulit. Kalau kalian mau order, silakan chat WA 081284503xxx ya!”

Status Kedua,

“Wah, bener-bener gak nyangka. Baru 1 bulan dikenalkan, produk Nature Republic ini laris banget dan diserbu pembeli. Alhamdulillah”

Kira-kira, dari dari dua jenis status di atas, mana yang paling nyaman kamu lihat dan lebih disukai? Secara sekilas, mayoritas akan bilang lebih suka status kedua. Kenapa? Karena itulah contoh COVERT SELLING

Contoh lagi, supaya lebih kebayang, ceritanya sekarang saya lagi jualan helm retro

Status Pertama,

“Helm terbaru! Rahasia bagaimana kamu tampil klasik dan keren saat berkendara, mau? Yuk langsung kepoin dhayustore.com”

Status Kedua,

“Hehehe… Kebayang banget, kalau misalkan teman-temen pas nongkrong dengan para biker cafe racer tapi malah diketawain, usut punya usut ternyata kamu salah helm. Helm yang kamu pakai gak cocok buat acara kumpul-kumpul club begitu bro.”

Gimana? Hampir semua akan bilang lebih nyaman dan menyukai status kedua
Joss! Kamu pasti akan mulai menangkap bagaimana perbedaannya

Contoh Iklan/ bahasa/ kalimat Covert Selling

  1. Jika seandainya Anda…
  2. Kalau misalkan Anda…
  3. Sudah pernahkah Anda…
  4. Seperti apa jadinya jika Anda…
  5. Seperti apa rasanya ketika Anda…
  6. Pernahkah Anda benar-benar…
  7. Anda mungkin menemui diri Anda…
  8. Anda tidak perlu untuk…
  9. Anda benar-benar tidak harus…
  10. Saya tidak ingin mengatakan kepada Anda bahwa…
  11. Saya tidak perlu mempengaruhi Anda untuk…
  12. Tadinya Saya ingin menunjukkan bahwa…
  13. Saya tidak tahu apakah Anda pernah membayangkan…
  14. Saya tidak ingin Anda berpikir tentang…
  15. Saya tadinya ingin cerita bahwa…
  16. Saya seharusnya tadi cerita bahwa…
  17. Saya tidak ingin Anda terlalu memikirkan…

Nah, berikut ini trik yang bisa kamu gunakan untuk teknik covert selling :

Picu rasa penasaran, BUKAN penawaran

Hampir semua iklan itu menggunakan kata penawaran, perintah dan sangat menjual, di dalam Covert selling sangat dilarang menggunakan kata penawaran, kenapa? Karena hampir semua pengguna social media itu sudah terbiasa dengan iklan yang seperti itu, ketika mereka melihat iklan yang mengandung kata perintah/ penawaran mereka langsung menghindari, di dalam diri manusia seperti ada respon untuk selalu menghindari yang namanya iklan penawaran, coba kamu ingat, ketika kamu sedang nonton tv dan saat itu sedang iklan, apakah kamu menonton iklan itu? saya yakin jawabannya “tidak”, ngapain juga iklan ditonton. pernah kamu menonton tv lalu acara film tersebut diselipin iklan, pasti kamu tetap menontonnya. Nah itu lah yang namanya iklan tersembunyi/ tidak terlihat.

Lalu bagaimana membuat iklannya? BUAT PENASARAN, BUKAN PENAWARAN. Maksudnya? Sembunyikan nomor kontak dan harga, maka orang otomatis akan penasaran dengan harga nya dan bagaimana menghubunginya. Dan jangan menggunakan kata penawaran

contoh :

Status pertama

“Dijual laptop merk SONI 1.999.000 aja, minat hubungi ke 08xxxxxxx!”

Status kedua

“Kemaren saya ketemu dengan teman saya, lalu dia bertanya kepada saya, “Bro, tahu yang jual laptop gak?” terus saya jawab, “Ada bro, semua merk ada, mau merk apa bro?” terus dia jawab “merk soni ada bro?” saya jawab lagi “Ada dong, nih kartu namaku” sambil memberikan kartu nama. Dan benar, beberapa waktu kemudian, teman saya yang tadi menghubungi dan jadi membeli laptop cukup banyak untuk karyawannya”

Lebih nyaman yang mana? contoh yang kedua kan? Karena di contoh kedua tidak ada penawaran sedikit pun, dan tidak ada kata perintah. Dan ketika ada yang komentar di iklan kamu, kamu cukup membalas nya dengan cara PM/ japri/ chat personal, kenapa? Karena kalau kamu bales melalu komentar juga, orang lain yang penasaran jadi sudah tahu, so, orang lain tidak mau komen lagi karena jawaban nya sudah ada di kolom komentar, jadi, buat mereka penasaran terus menerus.

Buat Mereka Nyaman Dari Kata Pertama Hingga Titik terakhir

Bagaimana jika sebuah iklan di kata pertama saja sudah bikin orang males baca dan maunya skip langsung? Bagaimana jika sebuah iklan di kata pertama saja sudah ketahuan kalau iklan itu jualan?

Jawaban nya cuma 1 “Gagal”, terus bagaimana?

Ya buat lagi, supaya mereka nyaman baca iklan kamu, tidak perlu menunjukkan kalau kamu itu sedang jualan, orang akan otomatis tahu kalau kamu itu jualan tapi mereka tetap aja nyaman baca iklan kamu dari A sampai Z.

Caranya ?

– Hindari kata-kata singkat

Status pertama,

“kmrn sya ktmu dngn tmn sya, llu dia brtny kpda sya “bro, tau jual lptp gk?” trs sya jwb “ad bro, smua merk ad, mau merk pa bro?” trs dia blng “merk soni ad bro?” aku jwb lgi “ad dng, nih krt nm ku” smbl mmbrikn krt nm. dn bnr bbrp wktu kemdian, tmn sya td mnghbngi dn jd mbli lptp ckp bnyk utk krywnnya”

Status kedua,

“Kemaren saya ketemu dengan teman saya, lalu dia bertanya kepada saya, “Bro, tahu yang jual laptop gak?” terus saya jawab, “Ada bro, semua merk ada, mau merk apa bro?” terus dia jawab “merk soni ada bro?” saya jawab lagi “Ada dong, nih kartu namaku” sambil memberikan kartu nama. Dan benar, beberapa waktu kemudian, teman saya yang tadi menghubungi dan jadi membeli laptop cukup banyak untuk karyawannya”

Lebih nyaman yang mana? Tentu yang contoh kedua, tidak semua orang paham dengan bahasamu, apalagi disingkat-singkat .

– Jauhi tanda seru (!)

Contohnya sudah ada di atas, yang di bagian buat penasaran, bandingkan sendiri, tanda seru itu identik dengan kata perintah, penawaran, menjual. So, hindari tanda (!) sejauh-jauhnya.

– Sembunyikan nomor kontak

Kenapa harus sembunyikan nomor kontak? Dengan begitu orang semakin penasaran dengan kita, dan dia akan terus berusaha mencari tahu dengan cara berkomentar, dan ketika dia komentar kamu cukup membalasnya melalu chat personal, tidak perlu balas lewat kolom komentar.

– Sembunyikan harga.

Sama halnya dengan sembunyikan kontak, semakin orang penasaran semakin gelisah dia untuk membeli produk tersebut.

– Jauhi kata perintah (beli segera, order sekarang juga)

Kata ini lah yang sangat dilarang di dalam covert selling, jangan pernah ada sedikitpun kata yang mengandung kata perintah dan penawaran.

– Tulis menggunakan perasaan.

Ketika kamu menulis menggunakan perasaan, maka orang yang membacanya juga akan sangat menghayatinya, percayalah saya membuat artikel ini dari hati dan perasaan yang begitu mendalam 

– Praktik

Tidak ada ilmu yang bagus jika kamu tidak mempraktikannya .

“Saya gak bisa nulis menggunakan kata-kata yang nyaman, bagaimana?”
Belajar woi, emang nya kamu ketika baru masuk Sekolah sudah bisa langsung nulis?
Ketika baru belajar bawa sepeda langsung bisa?
Waktu pertama kali belajar berenang emang langsung bisa?
Pertama kali fitness memang langsung gede ototnya ? tidak kan ?

Makanya belajar dong, semua itu butuh dipelajari telebih dahulu, asal ada niat semua bakalan mudah.

Copywriting vs Covert Selling

Semua yang dianjurkan di dalam copywriting sebenarnya sangat diharamkan di Covert Selling, ibarat magnet kutub positif bertemu dengan kutub positif yang terus bertolakan dan tidak pernah menyatu, misalnya: salah satu yang diajarkan di dalam copywriting itu adalah membuat pola kata ” iya ” dalam iklan itu, jadi calon customer digiring untuk meng-iya-kan perintah dari si penulis.

“Kamu kelebihan berat badan? Sudah lelah dengan segala diet? Ingin memiliki tubuh langsing? Saatnya kamu meminum jamu HILANG LEMAK! Hanya dengan Rp199.000 dan cukup minum 3x, maka berat badan kamu bisa turun 5kg. Dijamin!  Segera hubungi 08xxxxxxx untuk order! dan stok terbatas !”

Di situ sangat jelas kata-kata penawaran dan konon katanya kalimat di atas sangat efektif untuk membuat orang segera membeli, dan kalimat itu pula yang sangat dilarang keras ada di dalam Covert Selling, kalimat di atas jelas adalah iklan yang blak-blakan, sedangkan Covert Selling adalah penjualan yang terselubung, artinya, kalimat iklannya harus sangat tersamar, orang tidak perlu menyadari bahwa dia sedang diiklani atau kalaupun dia menyadari sedang membaca iklan, dia akan dengan senang hati membacanya hingga titik terakhir.

Lalu bagaimana jika jamu penghilang lemak tadi diiklankan dengan Covert Selling?

begini :

”Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan teman saya, terakhir bertemu sekitar setahun lalu. Pas ketemu saya pangling luar biasa dengan penampilannya, persis kayak si Thor di film Avenger body-nya atletis banget. Padahal setahun lalu badannya masih segede gapura kecamatan, pas saya tanya “Badan kamu kok bisa bagus begini?” terus dia jawab ”Cuma minum herbal penghilang lemak dan olahraga aja tiap hari” ”Wah pantesan produk ini bisa best seller, ternyata bisa begitu efeknya”

Mana yang lebih nyaman membaca nya sampai titik terakhir? Tentu contoh yang kedua lebih membuat orang penasaran dan nyaman membaca kalimat demi kalimat hingga titik terakhir.

Sejago apapun teknik yang kamu baca, sejago apapun ilmu yang kamu baca tidak akan ada manfaatnya jika kamu tidak mempraktekkannya dan tidak ada ilmu yang bisa langsung dikuasai dengan mudah tanpa adanya belajar, praktik, dan terus mencoba.

Yuk tinggalkan komentar Anda.. 🙂

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked*