Teknik Marketing : Covert Selling

Apa itu COVERT SELLING?

COVERT SELLING adalah salah satu teknik sekaligus seni berjualan secara terselubung atau tersembunyi, sering juga disebut sebuah upaya untuk memberikan informasi jualan secara sekilas (eksplisit) kepada pembaca dengan tujuan yang ditarget adalah alam pikiran bawah sadarnya.

Maksudnya gimana?
Jadi, misal kamu membuat status di Facebook tapi tidak sedang berjualan secara terang-terangan atau hard selling, melainkan membuat sebuah cerita yang mengalir begitu saja dan menyisipkan beberapa “jualan” yang tidak terlihat nyata / samar. Intinya bagi orang awam akan membaca artikel itu bak sebuah cerita pendek, padahal secara tidak langsung beberapa hal “jualan” telah disampaikan kepada mereka di dalam cerita tersebut.

Covert selling adalah sebuah teknik berjualan dengan kemasan kata-kata (copywriting) sedemikian rupa sehingga orang yang membaca tulisan kamu secara tidak sadar ingin tahu lebih jauh atau ingin membeli produk yang kamu tawarkan. Orang yang membaca tulisan kamu tidak merasa sedang dijuali secara langsung, tulisan kamu tidak punya nada berjualan atau menawarkan suatu produk, namun pada akhirnya mereka tahu kamu sedang berjualan.

Sebelum pembahasan tentang covert selling dan bagaimana contoh iklan atau kalimat covert selling, ada 3 hal yang menjadi dasar dalam penulisan sebuah status dengan teknik Covert Selling.

  1. CURIOSITY – Rasa Penasaran
    Menggunakan kalimat yang bikin orang jadi penasaran dan mencari tahu maksud kata “Curiosity” itu kepada pembaca, baik dengan cara komentar langsung di Facebook, atau bisa via email. Coba mainkan RASA PENASARAN, karena semakin orang penasaran, semakin hasrat keponya tinggi. Semakin kepo, semakin ingin cari tahu apa persisnya. Semakin tahu apa persisnya yang dijual, semakin kebayang benefitnya. Kalau udah tahu benefitnya, semakin gampang orang tersentuh hatinya untuk membeli.
  2. AMBIGUITY – Bermakna Ganda/ Tidak Jelas
    Menggunakan kata-kata yang bermakna GANDA, seperti kata banyak, luar biasa, keren, laris. Kenapa bermakna ganda? Misal kata laris, apa yang menjadi patokan sebuah produk itu laris? Dibeli lebih dari 50 orang kah, atau sudah terjual 1000 pcs kah, tidak ada keterangan soal itu.
  3. EMOTIONALLY – Bersifat Emosional
    Kalau yang ini lebih ke story telling, membuat cerita yang menggugah emosional pembacanya. Dan biasanya membuat si pembaca justru fokus pada ceritanya, dan “iklan” yang disisipkan masuk ke alam bawah sadar si pembaca nya tanpa disadari oleh pikiran sadarnya.

Contoh Kalimat Covert Selling

  1. Memicu CURIOSITY – Rasa Penasaran
    Misal status Facebooknya seperti ini :

    “Kebayang nggak sih, hanya pakai cairan ini, biaya konsumsi bahan bakar mobil kamu bisa berkurang”

    “Baru sebulan nyoba-nyoba pakai beauty cream ini, eh malah banyak ibu-ibu yang pada nanyain belinya di mana”

    Perhatikan kata cairan ini, ada yang tahu itu apa? Bagaimana cara kerjanya? Kenapa bisa mengurangi pengeluaran biaya ? Nggak tahu kan dan pastinya akan bikin anda penasaran itu apa, betul?

    Nah, trik semacam ini yang akhirnya memunculkan rasa penasaran, karena dalam jualan orang nggak akan bisa langsung beli hanya dalam satu langkah, harus dibuat kepo dulu, terus dia cari tahu, mulai suka, mulai yakin, dan akhirnya mau beli. Kalau misal ada yang tanya, dan itu saatnya baru jualan. karena jualan itu harus percakapan 2 arah, kalau 1 arah disebutnya promosi. Paham kan sekarang?

  2. Membuat AMBIGUITY – Bermakna Ganda
    Status Facebooknya kira-kira seperti ini

    “Baru dibuka lapaknya, helm retro klasiknya langsung LARIS diserbu para bikers”
    “LUAR BIASA helm bogo ternyata juga diminati para artis, apalagi sekarang sudah menjadi tren aksesoris pelengkap berkendara, yang akan membuat penampilan makin klop dan keren”

    Perhatikan kata LARIS dan LUAR BIASA

    Yang dimaksud larisnya itu sudah berapa banyak yang beli helmnya, atau yang Luar Biasa itu seberapa hebat kegunaannya. Nah, itu makanya dibilang Ambiguity, artinya ada banyak. Dan kata-kata yang sering digunakan untuk konsep ini biasanya adalah Best Seller, Keren, Gendeng, Luar Biasa, Laris, dll.

  3. Menyentuh EMOTIONALLY – Bersifat Emosional
    Konsep ini harus digabungkan dengan Story Telling, jadi isi statusnya kaya cerita gitu, contoh statusnya kaya gini :

    “Awalnya saya punya target omzet 10 juta pertama dari jualan offline dengan mengandalkan lapak sewaan sebagai ujung tombak pemasaran. Kenapa pakai lapak? Karena dengan sewa lapak, saya bisa lebih mudah mendisplay barang. Tapi awal bulan ini sepertinya kurang mendukung untuk menuju pencapaian itu dan sedikit tertunda, gimana mau capai target ya

    Kebayang nggak sih, pas jualan lagi semangat-semangatnya, eh malah boncos buat sewa lapak, bikin spanduk dan brosur, bayar gaji karyawan, pokoknya pengeluaran lebih besar daripada profit yang dihasilkan.

    Duh makin bingung, apalagi cuman ngandelin jualan offline untuk makan sehari-hari, kalo boncos gini gimana bisa makan? Pengennya sih ada cara lain, agar semua biaya itu bisa ditekan. Untung pas lagi googling nemu cara jualan yang lebih efektif yaitu jualan via toko online

    Awalnya, agak bingung dan sedikit rumit untuk dilakukan sambil tetap jualan offline selama 6 bulan, namun akhirnya sedikit lega, karena ternyata justru omzet penjualan via toko onlinenya lebih menjanjikan untuk prospek ke depan. Jika, dibandingkan sekarang lebih hemat kemana-mana daripada jualan dengan sewa lapak.

    Kenapa toko online ini keren? Soalnya cuma dengan beberapa klik-klik saya bisa

    • Mengupload produk untuk didisplay
    • Tidak perlu hitung ongkir
    • Punya data pelanggan
    • Bisa secara luas dikenal
    • Biaya iklan lebih irit
    • Gak perlu sewa lapak

    Akhirnya, jualan offline perlahan dikurangi, sekarang lebih fokus jualan di toko online, makin mudah  dan makin semangat untuk menambah omzet per bulan.

    Nah kira-kira seperti itu, ada kata kunci ini intinya : Kebayang nggak sih, kalau misalnya kamu, bayangkan, inget deh, kebayang dong, dll.
    Gimana sudah paham kan?

    Biar lebih paham anda bisa mulai praktekin saja dari sekarang, karena kalau sudah praktek akan ketahuan gampang susahnya dimana.

Kesimpulan :

Dalam berjualan memang ada banyak cara untuk bisa meningkatkan jumlah sales, dan COVERT SELLING ini adalah salah satu seni sekaligus teknik jualan yang harus diperhitungkan karena sudah banyak orang yang menggunakan teknik ini dan terbukti berhasil meningkatkan penjualan mereka. Cara kerja Covert Selling memang sederhana tetapi yang dituju bukanlah pikiran sadar si pembaca/prospek, melainkan pikiran alam bawah sadar yang dimasuki secara mudah tanpa hambatan pikiran sadar.

 

Yuk tinggalkan komentar Anda.. 🙂

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked*